Hanya Satu

Hanya satu pintaku

Tuk memandang langit biru

Dalam dekap seorang Ibu,


Hanya satu pintaku

Tuk bercanda dan tertawa

Di pangkuan seorang Ayah,


Apabila ini...

Hanya sebuah mimpi

Ku selalu berharap

Dan tak pernah terbangun...


Hanya satu pintaku

Tuk memandang langit biru

Dalam dekap Ayah dan Ibu...



Merindukan Anak Sholih

     Anak Sholih adalah dambaan setiap pasangan suami/istri. untuk memiliki anak yang sholih pasangan wajib menjadi sholih/sholihah terlebih dahulu. Segala perilaku orang tua akan di contoh putra/putrinya, oleh karena itu orang tualah yang akan menjadi teladan bagi putra putrinya.

     Islam mengajarkan barang siapa menginginkan lahirnya generasi unggulan. ia hendaklah menyiapkan sejak memilih pasangan. ini artinya dari pasangan suami/istri yang sholih/sholihan akan lahir generasi yang sholoih/sholihah pula. Setiap orang tua pasti merindukan anak Sholih karena:

1. Anak sholihlah yang akan mendoakan Ibu Bapaknya, anak Sholihlah merupakan salah satu diantara 3 amal yang pahalanya mengalir tiada habisnya.

2. Karena permohonan ampun anak Sholih dapat mengangkat derajat orang tuanya di Syurga.

"Sesungguhnya seseorang diangkat derajatnya di Syurga. Kemudian orang itu bertanya, "Wahai Rabbku, dari manakah semua ini?" Allah berfirman "Berkat permohonan ampun (Istighfar) anakmu untukmu. ( HR. Ahmad.Ibnu Majah dan Baihaqi).

3. Karena permohonan anak Sholihlah orangtuanya masuk Syurga,  

"Tersebut dalam Hadits Qudsi Allah berfirman pada hari kiamat anak-anak Adam, "Masuklah kalian semua ke Syurga!". "Mereka menjawab, "Hingga terlebih dahulu masuk Ayah Bunda kami ya Rabb !" maka datanglah mereka bagaikan orang-orang yang enggan. Allah berkata, "Kenapa saya melihat mereka (anak-anak) itu berlambat-lambat bagaikan orang yang enggan? Masuklah kalian ke Syurga !". " Adakah orang tua kami ikut serta ya Rabb ?", tanya anak-anak itu. "Ya Masuklah kamu beserta para orang tua kamu !" ( HR. Ahmad )

4. Anak Sholih adalah peredam amarah Allah.

     Segala sesuatunya tergantung dari pendidikan. Orang tua adalah guru pertama dan yang paling utama. Keluarga adalah pusat Pendidikan yang sebenarnya. Al-Quran adalah materi yang harus diberikan sebelum yang lainnya. jangan menunggu 6 tahun, atau 4 tahun. mulailah sedini mungkin, mulailah sejak dalam kandungan.

     Kunci sukses Pendidikan adalah keteladanan dan Pembiasaan. Karenanya Orang tua hendaklah menjadi model bagi putra putrinya. Shinichi Suzuki mengungkapkan ada beberapa hal yang perlu kita renungkan jika ingin mengembangkan kemampuan secara maksimal, antara lain:

1. Mulailah sedini mungkin.

2. Ciptakanlah lingkungan sekitar yang sebaik mungkin.

3. Terapkanlah model pengajaran terbaik.

4. Siapkanlah sejumlah latihan untuk anak.

5. Kerahkanlah guru-guru yang terbaik.

     Yang pasti, pendidikan sejak dini akan benar-benar melekat di hati, menancap kuat dan terpatri dalam memori. anak belajar dari apa yang ia dengar, dari apa yang ia lihat, dan dari apa yang ia rasakan. Anak belajar dari lingkungannya dengan cara yang unik dan mengagumkan.

Hati-hati Dengan Hati

    Hati merupakan salah satu organ tubuh manusia yang terpenting. Hati juga menjadi tempat seluruh perasaan jiwa, Kekuatan berfikir dari suatu keyakinan. Perasaan cinta, benci, bahagia, gelisah, marah, takabur, tawadu, keyakinan dan suatu keraguan munculnya dari hati.

    Hati dalam istilah agama di sebut Al Qalbu yang artinya mudah berubah-ubah. Dalam riwayat Rasulullah Saw mengajarkan do�a untuk keteguhan hati yang artinya: " Wahai Allah yang maha membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku diatas agamaMu". Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhori Muslim bahwa Nabi bersabda: "Ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging, bila baik ia maka baiklah seluruh tubuh, namun bila rusak ia maka rusaklah seluruh tubuh" segumpal daging itu adalah hati (Qalbu).

    Allah memberikan karunia kepada Manusia berupa mata lahir dan mata batin (hati). Mata lahir dapat melihat apa-apa yang diberikan oleh Allah yaitu segala sesuatu yang bisa terlihat oleh mata, sedangkan mata hati dapat melihat sesuatu yang tak tampak mata. Sesungguhnya hati itu merajai organ tubuh manusia yang lainnya. apabila hatinya terbuka dan dapat menerima cahaya Ilahi, ia dapat melihat keagungan Allah. Namun sebaliknya apabila hati tertutup, hati itu akan menjadi gelap gulita tanpa pancaran cahaya Nur Ilahi. Allah Swt berfirman dalam Q.s Al-Hajj:46: yang artinya "Maka apabila mereka tidak berjalan dimuka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada di dalamnya". Merujuk pada ayat-ayat Al-Qur�an hati terbagi menjadi 3 karakter.

1. Qalbun Mayyit (Hati yang Mati)

    Hati yang senantiasa di penuhi nafsu didalamnya. Sehingga ia tidak lagi dapat mengenal RabbNya dan senantiasa  hidup bergelimang dosa. Hawa nafsu telah menguasai bahkan mengendalikannya. jika ia mencintai dan membenci sesuatu itu hanya karena nafsunya. Hati yang seperti ini ibarat besi yang sudah berkarat sehingga susah diharapkan hidup apalagi bersih.

2. Qalbun Maridh (Hati yang Sakit)

   Hati yang didalamnya terdapat Mahabatullah dan Mahabatusysyahwat. bercampur berkecamuk menjadi satu. ia sangat menyukai sesuatu yang bisa membawa pada hal yang sia-sia. Akan sulit dalam menilai sesuatu yang ada di depan matanya. Hati yang seperti ini ibarat cermin yang tak terawat, penuh noktah hitam. sehingga benda yang ada di hadapanya tampak buram bahkan lebih buruk dari aslinya. Hati seperti inipun berbahaya, namun masih mempunyai harapan sembuh karena setiap penyakit itu pasti ada obatnya.

3. Qalbun Saliim

    Hati yang penuh Mahabbah dan Tawakal kepada Allah. Hati yang bersih dari noda sehingga menjadi jernih dalam melihat, menimbang dan menilai suatu masalah. Semakin bersih hatinya, hidupnya akan senantiasa selalu bersyukur. Orang yang memiliki hati yang selamat hidupnya selalu penuh dengan dzikir dan Istighfar. inilah hati yang akan membawa pemiliknya mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. sesuai dengan Qs. Asy-Syu�ara:88-89 yang artinya: "Dihari dan anak-anak laki-laki tidak berguna, Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih"

    Pada fitrahnya Hati itu sendiri cenderung kepada kebenaran. namun dalam hal menerimanya kita membutuhkan Hidayah dan taufik dari Allah dan semua itu harus di mohonkan kepadaNya. Akhirnya marilah kita mencoba dan meniatkan diri kita untuk hati-hati...dengan hati. Karena sesungguhnya hati kita yang akan menentukan kehidupan kita dimasa yang akan datang.   

Gerimispun Hadir

     Gerimispun hadir seketika di pelupuk mata, tatkala adanya getaran batin yang terdalam yang merupakan reaksi atas perasaan dari suatu peristiwa yang sedang dan mungkin telah terjadi. perasaan bahagia, perasaan haru, sedih kecewa bahkan sakit akan menimbulkan getaran dan gemuruh dalam hati. Hati yang senantiasa diiringi dengan istighfar dan kalimat Thoyibah mampu menimbulkan ketentraman dalam qolbu.

     Biarkanlah gerimis yang hadir dan kemudian akan berubah menjadi sungai airmata itu mengalir apa adanya. supaya ia tidak bertumpuk dalam qolbu yang bercampur dengan nafsu. Namun sangat di sayangkan sungai airmata itu sering terjadi karena refleksi dari suatu kekecewaan. Kekecewaan hidup yang di rasakan, yang akan memunculkan dendam, sakit hati bahkan kebencian di akhirnya.

     Maka ikhlaskanlah gerimispun hadir di pelupuk mata kita dan biarkanlah menjadi sungai air mata yang mengalir. mungkin apabila ia telah tumpah ruah, semoga akan terkurangi beban yang di alami.

" Di Baca Ya...!"

"Kupu - Kupu Kecil"

Pagi yang cerah

Kulihat Kupu-kupu kecil

Dengan sayap-sayapnya yang rapuh

Kaki-kakinya yang mungil

Sekali saja kita menyentuhnya

Sayap itu akan rusak bahkan patah

 

Namun....

Ia semangat dalam hidupnya

Ia terbang kian kemari

Ia tak pernah menyakiti

Diri sendiri, apalagi yang lainnya

Ia tak pernah merusak,

Meski hinggap di kuntum bunga

 

Melihatnya...

Adalah keindahan

Memandangnya...

Hadirkan ketenangan

 

Walau kita tahu

Hidupnya tak lebih dari satu minggu.

Bagaimana dengan kita...???

 

 

"Seorang Pahlawan"

Seorang Pahlawan

Milikilah sebuah senyum yang tak pernah pudar

Seorang Pahlawan

Milikilah sebuah hati yang tak pernah membenci

Seorang Pahlawan

Milikilah sebuah rasa yang selalu ikhlas

 

Seorang Pahlawan boleh menangis

Seorang Pahlawan boleh terluka, dan

Seorang Pahlawan boleh tertimpa musibah, namun...

 

Seorang Pahlawan tidak boleh menyerah

Pada kekurangan dan keterbatasan diri

Dalam menjemput takdirnya

 

Untuk menjadi....

Manusia yang dirindukan

Rabbnya.....